ReportaseIndo.comMINUT–Bupati Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Joune Ganda raih penghargaan Piagam dan Tanda Penghargaan Wredatama Nugraha Utama, dari Pengurus Besar Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI), Minggu (5/10).

Penghargaan itu diterima Bupati Joune Ganda pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 63, di Gedung Graha Wredatama Pondok Labu, Jakarta Selatan.
Dimana, sosok Joune Ganda dinilai sebagai pemimpin yang menghidupkan nilai pengabdian.
Pasalnya, di tengah arus modernisasi dan tantangan global, tak banyak kepala daerah yang menaruh perhatian khusus kepada para pensiunan ASN.
Keberhasilan Bupati Joune Ganda tak lepas dari filosofi hidup yang ia pegang: “Melayani dengan hati, membangun dengan nilai.”
Namun, Joune Ganda tampil berbeda.
Ia memandang bahwa mereka (Pensiunan PNS-red) bukan sekadar “mantan pegawai,” melainkan pilar sejarah dan moral pemerintahan.
”Para pensiunan ASN adalah bagian dari fondasi pemerintahan kita. Mereka telah menanam nilai pengabdian dan integritas yang harus kita teruskan,” kata Bupati Minahasa Utara Joune Ganda dalam refleksinya usai menerima penghargaan, Minggu (5/10).
Bupati Minut Joune Ganda percaya, pelayanan publik harus menghadirkan rasa, bukan sekadar hasil.
Dalam berbagai kebijakan, Suami dari Ny. Rizya Ganda Davega ini konsisten mengutamakan kolaborasi lintas sektor pemerintah, swasta, akademisi, komunitas, dan media untuk menciptakan tata kelola daerah yang terbuka dan inovatif.
Pendekatan inilah yang menjadikan Minahasa Utara tidak hanya berkembang, tetapi juga dihormati sebagai daerah yang menjunjung nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial.
Menurut Joune, penghargaan Wredatama Nugraha Utama bukan sekadar torehan prestasi pribadi.
Ini adalah refleksi keberhasilan kolektif masyarakat Minahasa Utara. Ia menyebut penghargaan ini sebagai motivasi untuk terus menghadirkan inovasi dan pelayanan publik yang inklusif.
“Ini bukan penghargaan untuk saya semata, tetapi untuk seluruh masyarakat Minahasa Utara yang telah bekerja keras dan bergotong royong membangun daerah dengan semangat kebersamaan. Mari kita teruskan semangat ini untuk mewujudkan Indonesia yang lebih peduli, maju, dan berdaya saing,” kata dia.
Di tengah berbagai perubahan global, kepemimpinan seperti Joune Ganda menjadi model bagi Indonesia masa depan: pemimpin yang cerdas, berintegritas, inovatif, dan berjiwa sosial.
Konsistensinya dalam menyeimbangkan pembangunan fisik dan sosial, serta perhatiannya terhadap semua lapisan masyarakat, menjadikan dirinya simbol pemimpin yang visioner namun tetap membumi.
Dengan penghargaan PWRI ini, Bupati Joune Ganda tidak hanya membawa nama baik Minahasa Utara, tetapi juga menegaskan bahwa daerah di ujung utara Sulawesi ini memiliki pemimpin dengan kualitas nasional, dan semangat global.
“Minahasa Utara bukan sekadar daerah berkembang. Ini adalah rumah bagi semangat, integritas, dan kemajuan. Penghargaan ini adalah pengingat bahwa pelayanan tulus akan selalu menemukan jalannya untuk diakui,” tandasnya.
(**)






