ReportaseIndo.comMINUT–Bupati Minahasa Utara Dr. Joune Ganda mengambil langkah antisipatif menghadapi potensi kenaikan harga kebutuhan pangan yang dapat memicu inflasi di daerah.
Untuk itu, Bupati JG telah menginstruksikan ASN dilingkup Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara untuk ikut menjadi contoh bagi masyarakat.
”Kita ingin memberikan contoh kepada masyarakat bahwa dalam situasi sekarang ini, dengan cuaca yang lebih ekstrem, komunitas tertentu bisa melakukan penanaman dalam skala kecil, misalnya di rumah,”kata Bupati saat memberikan arahan kepada jajaran perangkat daerah di Auditorium Lantai usai Pencanangan ASN Menanam, Kamis (8/10/2026).
Bupati JG menegaskan, gerakan tersebut bukan sekadar kegiatan menanam, tetapi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menjaga ketersediaan pasokan pangan sekaligus menekan tekanan terhadap harga di pasar.
Ia meminta ASN tidak sepenuhnya menggantungkan kebutuhan rumah tangga pada pasar apabila sebagian kebutuhan tersebut dapat dipenuhi sendiri.
”ASN saya perintahkan untuk bisa melakukan penanaman kebutuhan yang bisa dipakai sehari-hari. Jangan membebani market, jangan membebani pasar. Mereka bisa memenuhi kebutuhan sesuai kebutuhannya,” tegasnya.
Bupati menilai, langkah tersebut penting dilakukan di tengah kondisi cuaca yang semakin ekstrem serta adanya potensi El Nino yang dapat berlangsung dalam waktu panjang.
”Dan pada hari saya melaksanakan sebuah program dalam rangka kita mengantisipasi kelangkaan beberapa kebutuhan masyarakat, terutama kebutuhan harian seperti cabai, tomat, bawang dan sebagainya,” kata Joune.
Menurutnya, gerakan menanam tidak harus dilakukan dalam skala besar. Masyarakat dapat memulainya dari lingkungan rumah masing-masing sesuai kemampuan dan ketersediaan lahan.
Dia mengakui potensi kenaikan inflasi menjadi salah satu perhatian serius pemerintah daerah. Terlebih, Minahasa Utara memiliki tingkat permintaan masyarakat yang relatif tinggi.
Dia menerangkan, peningkatan daya beli masyarakat akan berdampak pada meningkatnya permintaan barang. Jika kondisi tersebut tidak diimbangi dengan ketersediaan pasokan, harga berpotensi mengalami kenaikan.
”Kalau permintaannya meningkat, suplai sedikit, harganya akan naik. Harga naik tentu memberikan dampak inflasi,” jelasnya.
Bupati mengingatkan bahwa Minahasa Utara sebelumnya telah mendapat apresiasi sebagai salah satu daerah yang berhasil dalam pengendalian inflasi. Capaian tersebut, makanya harus dipertahankan dengan langkah antisipasi yang lebih terukur.
Penulis : YRL






