ReportaseIndo.comMINUT– Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Minahasa Utara yang juga Anggota DPRD Minut Yodi Longdong, menyampaikan apresiasi atas satu tahun kepemimpinan periode kedua Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung (JG-KWL), yang dinilainya sebagai kelanjutan dari kerja politik ideologis yang berpihak kepada rakyat.
Yodi mengatakan, PDI Perjuangan sebagai partai ideologis yang berakar pada ajaran Bung Karno tentang Trisakti berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan melihat kepemimpinan JG-KWL berada pada jalur yang tepat dalam membangun Minahasa Utara.
“Pembangunan harus berdiri di atas kepentingan rakyat. Apa yang dilakukan JG-KWL dalam satu tahun periode kedua ini menunjukkan konsistensi keberpihakan terhadap masyarakat kecil, penguatan ekonomi daerah, dan pembangunan yang berkelanjutan,” kata Yodi
Yodi menegaskan bahwa kegiatan jalan sehat dan ibadah syukur dalam peringatan satu tahun kepemimpinan bukan sekadar seremoni, melainkan simbol semangat gotong royong, kebersamaan, dan solidaritas sosial nilai yang menjadi roh perjuangan PDI Perjuangan.
Dirinya menilai berbagai program yang menyentuh sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, dan penguatan UMKM merupakan implementasi nyata politik anggaran yang pro-rakyat.
“Bagi PDI Perjuangan, kekuasaan adalah alat perjuangan untuk menghadirkan kesejahteraan. Karena itu, program yang menyentuh kebutuhan dasar rakyat harus terus diperkuat dan diperluas,” terangnya
Yodi memberikan penegasan terhadap langkah pemerintah daerah dalam mendorong kemandirian fiskal dan peningkatan PAD sebagai wujud semangat berdikari dalam bidang ekonomi.
Menurutnya, daerah yang kuat adalah daerah yang mampu mengelola potensi sendiri, menarik investasi strategis, serta menciptakan ruang fiskal untuk membiayai pembangunan tanpa bergantung sepenuhnya pada pusat.
“Kemandirian fiskal adalah bagian dari cita-cita berdikari. Ini bukan hanya soal angka PAD, tetapi tentang kemampuan daerah menentukan arah pembangunannya sendiri demi kesejahteraan rakyat.”
Yodi Longdong menegaskan bahwa investasi yang masuk ke Minahasa Utara harus memiliki orientasi jelas pada penciptaan lapangan kerja, penguatan ekonomi lokal, dan perlindungan terhadap lingkungan serta masyarakat.
Dia menuturkan, pertumbuhan ekonomi tidak boleh eksklusif, tetapi harus inklusif dan berkeadilan.
“PDI Perjuangan mendukung investasi yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat Minahasa Utara. Pertumbuhan harus berjalan seiring dengan pemerataan dan keadilan sosial.”
Melihat tren pembangunan lanjut Yodi, posisi strategis daerah, serta komitmen kepemimpinan JG-KWL, Yodi optimistis Minahasa Utara memiliki prospek besar untuk menjadi salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi kuat di Sulawesi Utara.
“Minahasa Utara harus maju dengan identitasnya sendiri, kuat secara ekonomi, berdaulat dalam kebijakan, dan tetap berpijak pada kepentingan rakyat. Itulah semangat perjuangan PDI Perjuangan,” tutup Yodi
(***)






